fallback-image

Anak Kejang Demam

Ini adalah pengalaman pribadiku,

Kejang Pertama : Waktu itu aku tidak tahu kalau ternyata anakku yang ke-2 punya bawaan kejang. Pada saat usianya beranjak 1 tahun lebih dia terkena campak atau kalau orang Jawa bilang gabagen, pas lagi puncak-puncaknya demam tiba-tiba badannya kaku dan matanya keatas. Astaghfirullah, aku sangat panik saat itu…langsung ku gendong dan ku dekap sambil ku urut-urut punggungnya… pada saat itu sempat terbersit dalam hatiku ” apakah anakku ini sakaratul maut?” tak kuasa aku menahan tangis, ternyata tak selang berapa lama (kurang lebih tidak sampai 1 menit) ternyata dia bisa menangis kencang..Allahu Akbar ! Subhanallah ! sangat lega aku mendengar tangisnya lagi….sambil gemetar ku tenangkan dia.

Setelah peristiwa itu aku cari info dari berbagai sumber, termasuk browsing dan pergi ke dokter anak. Bagaimana cara menghadapi anak kejang demam ?. Sedikit lega saat dokter mengatakan ” kejang pada anak lebih aman jika memang dia ada keturunan kejang” nah loh.. kami (aku dan suami) langsung saling pandang, dan baru ketahuan kalau ternyata semasa kecil suami juga pernah kejang. Itu pun baru yakin setelah menanyakan langsung ke ibu mertua ^-^ . Selain itu juga dokter mengatakan “tidak perlu khawatir, asal penanganannya benar insyAllah tidak apa-apa, dan kejang ini bisa hilang seiring dengan bertambahnya usia anak, dan diusia 6 tahun insyAllah sudah hilang”. Alhamdulillah…dalam hatiku berucap…

Untuk lebih jelasnya mari kita bahas apa sih kejang demam itu? menurut dr. Jeanne-Roos Tikoalu, Sp.A. kejang demam adalah kejang yang timbul pada saat bayi atau anak mengalami demam akibat proses di luar intrakranial tanpa infeksi sistem saraf pusat. Kejang perlu diwaspadai karena dapat terjadi berulang dan dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak. Kejang demam dapat dibedakan atas:
• Kejang Demam Sederhana, yaitu kejang menyeluruh yang berlangsung kurang dari 10 menit dan tidak berulang dalam 24 jam
• Kejang Demam Kompleks, yaitu kejang pada salah satu lengan/tungkai saja (kejang fokal) yang berlangsung ≥10 menit, dan berulang dalam 1 hari atau selama demam berlangsung.
Kejang demam dapat terjadi pada 2 – 5 % pada semua anak yang berusia 6 bulan sampai 6 tahun, terutama mereka yang orangtuanya mempunyai riwayat pernah mengalami kejang demam. Paling sering, kejang demam terjadi pada usia 18 bulan s.d. 3 tahun. Anak-anak di bawah 6 bulan dan di atas 6 tahun jarang yang mengalaminya.

Saat Kejang Demam Terjadi

Pada saat kejang tubuh anak  tiba-tiba kaku dan bola matanya berputar ke atas. Kesadarannya hilang. Tubuh, tangan dan kaki kemudian mengejang (kelojotan) dengan kepala terdongak. Kulit anak menjadi gelap, mungkin kebiruan. Napasnya tidak beraturan. Kondisi ini biasanya tidak berlangsung lama. Dalam beberapa detik sampai menit anak Anda akan berangsur-angsur kembali mendapatkan kesadaran. Biasanya setelah kejang selesai anak akan menangis sangat kencang terlihat lelah dan mungkin akan terlihat mengantuk untuk beberapa saat sebelum kembali normal. Meskipun hanya berlangsung beberapa menit atau detik saja akan tetapi serangan kejang demam akan terasa sangat lama bagi Anda yang menyaksikan. Karena itu pengalaman kejang anak adalah pengalaman yang sangat menakutkan bagi saya.

Cara menangani anak kejang 

Bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati. Jadi, menjaga kesehatan dan nutrisi anak lebih diutamakan supaya daya tahan tubuhnya kuat , tapi terkadang meski sudah dihati-hati, makanannya juga sudah bergizi, vitamin juga diberi tapi tetap saja sakit, yah itu namanya takdir. Supaya kita tidak salah dalam menangani anak kejang demam, coba deh baca tips berikut ini :

  • Jangan panik, meskipun hal ini susah tapi usahakan kita masih memiliki pikiran yang jernih saat menghadapi anak kejang demam
  • Baringkan anak dalam posisi lurus, tidak perlu bantal bahkan lebih baik jika posisi kepala agak rendah, sehingga otaknya mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Cari ruang yang cukup luas.
  • Jika keluar liur atau busa maka miringkan tubuh anak supaya tidak tersedak
  • Ambil handuk atau kain seadanya, lalu kompres dengan air (tidak perlu air hangat, air kran bersih saja) pada sekujur tubuhnya terutama pada bagian kedua ketiak, jangan dikompres dengan air es apalagi alkohol karena akan menambah demam
  • Atau Jika anda memiliki stesolid 5 mg/2,5 ml maka lebih baik segera diberikan. Masukkan melalui dubur, pencet dan tarik kembali. Bahkan bagi ibu yang memiliki anak kejang demam alangkah lebih baik jika selalu sedia stesolid untuk persediaan.
  • Jangan melawan gerakan kejang anak, biarkan bebas.
  • Jangan memasukkan sesuatu apapun ke mulut anak, supaya jalan nafas tidak terganggu.
  • Jika anak demam (sebelum kejang) lebih baik menggunakan baju/kaos 1 lapis saja,supaya panas dalam tubuh bisa keluar.
  • Saat demam (sebelum kejang) coba sering-sering dipegang telapak kaki anak, biasanya kalau anak punya bakat kejang, kepalanya panas tapi telapak kakinya dingin, nah untuk itu perlu dihangatkan telapak kakinya, bisa dengan minyak telon atau minyak kayu putih.

Nah, seperti itulah bunda, sedikit berbagi pengalaman pribadi. Bagaimanapun kita pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anak kita. Dan semoga kejang sudah tidak pernah datang lagi..Amin.

I luv U baby….

 

Bunda Almira

Related Posts

fallback-image

P3K- Berbagai Kecelakaan yang Biasa Terjadi di Rumah

fallback-image

Pertolongan Pertama Pada Anak Tersedak-Benda Asing di Tenggorokan

fallback-image

Berbagai Macam Obat Penurun Panas

fallback-image

Alergi di Daerah Bibir

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silakan dukung kami dengan follow instagram kami @budipram.ono Untuk fast respon, pertanyaan bisa disampaikan via DM instagram kami. Terimakasih

Recent Posts

Recent Comments

Poling Pembaca Cita Media

Sorry, there are no polls available at the moment.